PEMANFAATAN LIMBAH NANAS MENJADI BIOGAS DALAM SKALA RUMAH TANGGA DI DESA TANJUNG KURAS
DOI:
https://doi.org/10.53978/jaum.v3i1.680Keywords:
Limbah Nanas, Biogas, Energi terbaruan, Rumah Tangga, Fermentasi AnaerobikAbstract
Desa Tanjung Kuras di Kabupaten Siak, Riau, merupakan salah satu penghasil nanas utama dengan perkebunan seluas lebih dari 25 hektar yang dikelola secara mandiri oleh kelompok tani dan warga setempat. Nanas segar yang dihasilakn dipasarkan ke pasar tradisional dan pengepul, namun limbah seperti kulit, tunggul, dan daun sering dibuang sembarangan di sekitar kebun dan pemukiman, menyebabkan penumpukan sampah organik yang berpotensi mencemari tanah dan air serta memicu penyakit. Rendahnya pengetahuan dan pendidikan petani memperburuk kesadaran lingkungan, sehingga limbah nanas yang kaya lignoselulosa dan senyawa bromelin belum dimanfaatkan secara optimal untuk energi, pakan ternak, pangan, atau bahan kimia industri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan warga dalam mengolah limbah nanas menjadi biogas untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Metode yang digunakan adalah fermentasi anaerobik, diawali dengan studi jurnal dan video edukasi tentang pengolahan limbah nanas menjadi biogas. Program ini berhasil menghasilkan biogas skala kecil untuk kebutuhan rumah tangga, dalam program ini diperlukan ketelitian tinggi untuk mencegah kebocoran gas. Dengan pengabdian ini pemahaman masyarakat meningkat signifikan, mendorong inovasi berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berbiaya rendah serta edukasi tentang risiko penumpukan sampah jangka panjang.
Downloads
References
Elizabeth, R., & Rusdiana, dan S. (t.t.). Efektivitas Pemanfaatan Biogas Sebagai Sumber Bahan Bakar Dalam Mengatasi Biaya Ekonomi Rumah Tangga Di Perdesaan.
Fauzan, A., Karan, R., Syafitri, R., Rahayu, A., Maghfirah, D., Adinda, T., Hasim, A., Hasim, H. M., Nayanel, A., Wahidin, W., Suharyati, M., Bathiar, Y., & Fitriani, E. (2025). Strategi Pengembangan UMKM Melalui Pemanfaatan Limbah Nanas Sebagai Pupuk Organik di Desa Tanjung Kuras. Jurnal ABDINUS: Jurnal Pengabdian Nusantara.
Hariyadi, Retno D. L, T., & Siswanto. (2012). Pemanfaatan Bagase Tebu Dan Limbah Nanas Sebagai Bahan Baku Penghasil Biogas. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 2(2), 56–64.
Khaidir. (2016). Pengolahan Limbah Pertanian Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Jurnal Agrium, 13(2), 63–68.
Mohanty, B., & Abdullahi, I. I. (2016). Bioethanol production from lignocellulosic waste-A review. Biosciences Biotechnology Research Asia, 13(2), 1153–1161. https://doi.org/10.13005/bbra/2146
Nurkhasanah, S., Puji Ganefati, S., & Muryoto. (t.t.). Pengaruh Penambahan Biostarter Limbah Nanas Terhadap Volume Biogas Yang Dihasilkan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 3, 144–150.
Rahmi, D., Dewi, R., Sylvia, N., & Bahri, S. (2022). Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas Menjadi Bioetanol Dengan Menggunakan Ragi (Saccharomyces Cerevisiae). Chemical Engineering Journal Storage, 2(5), 147–160.
Rhohman, F., & Istiqlaliyah, H. (2021). Analisa Produksi Biogas Dari Hasil Fermentasi Limbah Kulit Nanas Sebagai Bahan Baku Utama. Procedia of Engineering and Life Science, 1(1).
Suanggana, D., Dwi Haryono, H., Djafar, A., Irawan, J., Studi, P., Mesin, T., & Kalimantan, T. (2022). Potensi Produksi Biogas Dari Anaerobic Digestion Kotoran Sapi Dan Kulit Nanas Sebagai Sumber Energi Rice Cooker Biogas. Unira Malang |, 06(1).
Sutrisno, J. (2010). Pembuatan Biogas dari Bahan Sampah Sayuran (Kubis, Kangkung dan Bayam). Jurnal Teknik Waktu, 1(1).
Wuryaningsih, R., Norma Cahyani, A., & Septari, D. (t.t.). Penggunaan Limbah Nanas Sebagai Energi Biogas Pada Industri Pt. Great Giant Pineaple.
Zaman, N., Bachtiar, E., Gala, S., & Nuraliyah, A. (2023). Pengolahan Kotoran Ternak Sapi Menjadi Biogas Dan Pupuk Organik Di Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili, Maros, Sulawesi Selatan. Jurnal Abdi Masyarakat Universitas Kadiri, 6(2), 20–33.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Azizah Hasim, Amelia Retno Eka Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
