PERSPEKTIF PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA TERHADAP STABILITAS MAKROEKONOMI KOTA JAMBI DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Main Article Content

Boby Indra Purnawan
Heppy Haryadi Harahap

Abstract

Stabilitas makroekonomi kota di wilayah bergantung sumber daya alam sering kali terancam oleh volatilitas sektor ekstraktif dan risiko iklim, seperti yang dialami Kota Jambi sebagai pusat urban Sumatera dengan dominasi minyak dan gas (35% PDRB) serta banjir tahunan Sungai Batanghari (30% wilayah terdampak). Penelitian ini menganalisis peran perencanaan wilayah dan kota dalam memperkuat ketahanan makroekonomi Kota Jambi, dengan mengintegrasikan indikator ekonomi (PDRB, inflasi, pengangguran) dan dinamika spasial (zonasi lahan, ruang hijau). Tujuan utama mencakup identifikasi tantangan melalui perspektif perencanaan, pengembangan Indeks Stabilitas Makroekonomi Spasial (SMSI) hipotetis, penerapan analisis SWOT spasial dan matriks permasalahan-solusi untuk strategi zonasi adaptif, serta rekomendasi kebijakan selaras dengan RTRW Kota Jambi 2011-2031 dan RPJMD 2021-2026. Menggunakan pendekatan mixed-methods deskriptif-analitik, data sekunder dari BPS Kota Jambi, BI, dan ATR/BPN (2019-2023) diolah melalui normalisasi indikator, perhitungan SMSI (rumus: $SMSI = 0,3G + 0,25(1-\pi) + 0,25(1-u) + 0,2R$), analisis tren zonasi, dan evaluasi SWOT. Hasil menunjukkan stabilitas sedang (SMSI rata-rata 0,72), dengan kontraksi PDRB -2,5% (2020) akibat resource curse dan inflasi 3,2% (2023) dari banjir, diperburuk ekspansi urban (8%/tahun) yang kurangi ruang hijau ke 11%. SWOT mengungkap kekuatan lokasi sungai untuk diversifikasi, kelemahan zonasi banjir (40% lahan berisiko), peluang revisi RDTR untuk TOD, dan ancaman iklim (+20% banjir hingga 2030). Matriks permasalahan-solusi merumuskan strategi seperti alokasi 20% lahan agro-industri (peningkatan PDRB +15%) dan sabuk hijau (stabilisasi inflasi ke 2,5%), dengan ROI 12% dalam 5 tahun. Temuan ini menjawab permasalahan ketergantungan migas dan kerentanan iklim, menekankan perencanaan spasial sebagai katalisator ketahanan. Rekomendasi mencakup revisi RTRW untuk zonasi adaptif, monitoring SMSI tahunan, dan PPP untuk infrastruktur tangguh. Penelitian berkontribusi pada wacana perencanaan berkelanjutan di kota-kota Indonesia, menyediakan dasar empiris bagi pembuat kebijakan untuk mengurangi volatilitas makro hingga 25% dan tingkatkan inklusivitas ekonomi (Hall & Barrett, 2012; Meerow et al., 2016).

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Purnawan , B. I. ., & Haryadi Harahap, H. (2025). PERSPEKTIF PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA TERHADAP STABILITAS MAKROEKONOMI KOTA JAMBI DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN. Jurnal Development, 13(2), 203–220. https://doi.org/10.53978/jd.v13i2.688
Section
Economic Development

References

1. Auty RM. Sustaining development in mineral economies: the resource curse thesis. London: Routledge; 1993.

2. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Laporan bencana banjir Kota Jambi 2021 [Internet]. Jakarta: BNPB; 2021 [cited 2023 Oct 15]. Available from: https://bnpb.go.id.

3. Badan Pusat Statistik Kota Jambi. Kota Jambi dalam angka 2022-2023 [Internet]. Jambi: BPS Kota Jambi; 2023 [cited 2023 Oct 15]. Available from: https://jambikota.bps.go.id.

4. Bank Indonesia. Laporan ekonomi regional 2023 [Internet]. Jakarta: Bank Indonesia; 2023 [cited 2023 Oct 15]. Available from: https://www.bi.go.id.

5. Blanchard O, Johnson DR. Macroeconomics. 6th ed. Boston: Pearson; 2013.

6. Firman T. Decentralization reform and regional development in Indonesia. Environ Plan A. 2009;41(3):567-85.

7. Friedmann J. Urbanization, planning, and national development. Beverly Hills: Sage; 1973.

8. Hall P, Barrett S. The planning polity. Abingdon: Routledge; 2012.

9. Hill T, Westbrook R. SWOT analysis: it's time for a product recall. Long Range Plan. 1997;30(1):46-52.

10. Holling CS. Resilience and stability of ecological systems. Annu Rev Ecol Syst. 1973;4:1-23.

11. Intergovernmental Panel on Climate Change. Climate change 2022: impacts, adaptation, and vulnerability. Contribution of Working Group II to the Sixth Assessment Report of the IPCC [Internet]. Cambridge: Cambridge University Press; 2022 [cited 2023 Oct 15]. Available from: https://www.ipcc.ch/report/sixth-assessment-report-working-group-ii/.

12. International Monetary Fund. Fiscal monitor: how to mitigate the impact of COVID-19 [Internet]. Washington, DC: IMF; 2019 [cited 2023 Oct 15]. Available from: https://www.imf.org/en/Publications/FM/Issues/2019/10/23/fiscal-monitor-october-2019.

13. Keynes JM. The general theory of employment, interest, and money. London: Macmillan; 1936.

14. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Rencana tata ruang wilayah Kota Jambi 2011-2031 [Internet]. Jakarta: ATR/BPN; 2021 [cited 2023 Oct 15]. Available from: https://atrbpn.go.id.

15. Meerow S, Newell JP, Stults M. Defining urban resilience: a review. Landsc Urban Plan. 2016;147:38-49.

16. Resosudarmo BP, Vidyattama Y, Oey-Gardiner N, Anas T. Economic growth and regional inequality in Indonesia. Bull Indones Econ Stud. 2014;50(3):405-29.

17. Sachs JD, Warner AM. Natural resource abundance and economic growth [working paper]. Cambridge, MA: National Bureau of Economic Research; 1995. Report No.: 5398.

18. World Bank. Indonesia's urban story [Internet]. Washington, DC: World Bank Group; 2021 [cited 2023 Oct 15]. Available from: https://www.worldbank.org/en/country/indonesia/publication/indonesias-urban-story.

19. Yuen B. Singapore's master planning. J Am Plan Assoc. 2009;75(4):425-40.